Etika Publikasi

Maneser: Journal of Religio-Spiritual Studies menetapkan standar etika tertinggi dalam proses publikasi ilmiah. Seluruh pihak—penulis, reviewer, editor, dan penerbit—wajib mematuhi prinsip etika berdasarkan integritas, objektivitas, akuntabilitas, transparansi, serta penghormatan terhadap keberagaman nilai religius-spiritual. Jurnal ini berpedoman pada ketentuan COPE (Committee on Publication Ethics).


1. Tanggung Jawab Etis Penulis

Penulis wajib:

  • Mengirimkan naskah asli yang belum pernah dipublikasikan atau direview di tempat lain

  • Menyajikan data yang benar, temuan yang valid, dan interpretasi yang jujur

  • Mengutip sumber yang relevan secara tepat

  • Menjamin bahwa semua nama penulis memiliki kontribusi substansial

  • Menjelaskan prosedur penelitian, etika penelitian, dan perlindungan informan

  • Tidak melakukan plagiarisme, manipulasi data, atau fabrikasi hasil

  • Menghormati nilai sakral, ajaran keagamaan, dan norma kultural komunitas terkait

Jika penelitian melibatkan komunitas keagamaan, keyakinan adat, atau tradisi sakral, penulis wajib menjaga kerahasiaan dan hak budaya komunitas tersebut.


2. Tanggung Jawab Etis Reviewer

Reviewer wajib:

  • Menilai naskah secara objektif, profesional, dan konstruktif

  • Tidak dipengaruhi bias personal, afiliasi, atau pandangan doktrinal

  • Menjaga kerahasiaan isi manuskrip

  • Menginformasikan potensi konflik kepentingan

  • Tidak memanfaatkan materi naskah untuk kepentingan pribadi

Reviewer juga perlu mempertimbangkan sensitivitas keagamaan serta etika dalam kajian spiritualitas.


3. Tanggung Jawab Etis Editor

Editor bertanggung jawab untuk:

  • Mengambil keputusan berdasarkan kualitas akademik

  • Menjalankan sistem review buta-ganda secara adil

  • Menjaga kerahasiaan identitas penulis dan reviewer

  • Menghindari konflik kepentingan

  • Menegakkan integritas akademik dalam kasus pelanggaran etika

  • Menjadi mediator ketika terdapat isu sensitif terkait nilai religius atau tradisi sakral

Editor dapat menarik atau merevisi artikel apabila ditemukan pelanggaran etika yang serius.


4. Penanganan Pelanggaran Etika

Pelanggaran etika dapat berupa:

  • Plagiarisme atau kelalaian sitasi

  • Pemalsuan atau manipulasi data

  • Publikasi ganda atau simultan

  • Penyalahartian ajaran religius atau nilai spiritual

  • Pelanggaran privasi atau kerahasiaan komunitas

Langkah penanganan dapat berupa:

  • Permintaan klarifikasi

  • Permintaan revisi wajib

  • Penolakan naskah

  • Pencabutan artikel setelah terbit


Dengan menerapkan etika publikasi ini, Maneser memastikan bahwa karya akademik yang dipublikasikan selaras dengan kejujuran ilmiah, penghormatan nilai spiritual, dan kebermanfaatan bagi masyarakat serta komunitas ilmiah.