Kebijakan Plagiarisme dan AI
1. Kebijakan Plagiarisme
Maneser: Journal of Religio-Spiritual Studies melarang keras setiap bentuk plagiarisme. Naskah yang dikirimkan harus orisinal dan tidak mengandung duplikasi, peniruan, atau pengambilan tulisan yang sudah diterbitkan sebelumnya.
Bentuk plagiarisme yang dilarang meliputi:
-
Mengutip teks, ide, interpretasi, atau narasi spiritual tanpa mencantumkan referensi
-
Menggunakan kembali karya sendiri yang sudah dipublikasikan (self‐plagiarism) tanpa pemberitahuan
-
Parafrase yang tetap mempertahankan struktur dan makna asli
-
Mengutip data lapangan, teks keagamaan, informasi komunitas, atau doktrin tanpa atribusi
Setiap naskah diperiksa menggunakan perangkat pendeteksi kesamaan.
Batas toleransi kesamaan:
-
Di bawah 20% (tidak termasuk daftar pustaka, kutipan sah, dan prosedur metode)
Jika plagiarisme ditemukan, tindakan yang mungkin dilakukan adalah:
-
Revisi dan klarifikasi wajib
-
Penolakan naskah
-
Retaksi artikel (jika sudah diterbitkan)
-
Pelaporan ke institusi penulis
Kebijakan ini bertujuan menjaga kejujuran ilmiah dan menghormati pengetahuan sakral, teks spiritual, dan tradisi keagamaan.
2. Kebijakan Penggunaan AI
Penggunaan alat berbasis kecerdasan buatan hanya diperbolehkan sebagai alat bantu, bukan pembuat isi akademik.
Penggunaan yang diperbolehkan:
-
Koreksi tata bahasa dan perbaikan bahasa
-
Format dokumen dan penyusunan referensi
-
Penyuntingan teknis dan penyederhanaan kalimat
Penggunaan yang dilarang:
-
Membuat bagian utama naskah (Pendahuluan, Hasil, Pembahasan)
-
Membuat data penelitian yang tidak nyata, terutama pengalaman spiritual atau budaya
-
Membuat kutipan agama, referensi, atau hasil wawancara yang tidak ada
-
Menginterpretasikan doktrin atau konsep spiritual secara otomatis
Penulis wajib memastikan bahwa:
-
Pemikiran teologis, argumentasi ilmiah, dan analisis budaya berasal dari penulis
-
Isi keagamaan yang ditulis tidak salah interpretasi
-
Data lapangan benar-benar dihasilkan dari penelitian nyata
Penulis yang menggunakan AI disarankan mencantumkan pernyataan seperti:
“Alat bantu berbasis AI digunakan hanya untuk penyuntingan bahasa, bukan untuk menghasilkan konsep akademik atau temuan penelitian.”
Pelanggaran kebijakan dapat menyebabkan:
-
Revisi besar
-
Penolakan naskah
-
Retaksi setelah terbit
Dengan kebijakan ini, Maneser memastikan publikasi ilmiah tetap autentik, etis, dan selaras dengan nilai religius-spiritual yang dikaji.