Kebijakan Plagiarisme dan AI

Kebijakan Plagiarisme

Kahayan: Journal of Economic Studies and Research secara ketat melarang segala bentuk plagiarisme. Setiap manuskrip harus asli dan akan diperiksa tingkat kesamaannya menggunakan perangkat pendeteksi plagiarisme sebelum memasuki tahap review.

Jenis plagiarisme yang tidak diperbolehkan meliputi:

  • Plagiarisme langsung: menyalin teks tanpa sitasi

  • Parafrase tanpa atribusi: menulis ulang gagasan tanpa menyebut sumber

  • Plagiarisme ide: menggunakan konsep orang lain tanpa rujukan

  • Self-plagiarism: memakai kembali karya sendiri tanpa pemberitahuan

  • Publikasi ganda: mengirimkan atau menerbitkan karya yang sama pada beberapa jurnal

Batas Kesamaan

Jurnal menerapkan batas maksimal:

  • Kesamaan 20% termasuk daftar pustaka, atau

  • Maksimal 25% jika daftar pustaka dikecualikan

Naskah yang melewati batas toleransi akan dikembalikan untuk direvisi atau ditolak.

Konsekuensi Pelanggaran

Jika terdeteksi plagiarisme, tim editorial dapat:

  • Meminta revisi

  • Menolak naskah

  • Menarik artikel yang sudah terbit

  • Menginformasikan institusi terkait

Penanganan mengikuti pedoman etik COPE.


Kebijakan Penggunaan AI

Jurnal memperbolehkan penggunaan alat berbasis AI hanya untuk tujuan bantuan teknis, seperti:
✔ Pemeriksaan tata bahasa
✔ Penyempurnaan gaya bahasa
✔ Bantuan format penulisan
✔ Pengorganisasian referensi

Contoh: Grammarly, Spell checker, Citation manager

Namun, AI dilarang digunakan untuk:
❌ Menyusun atau menulis keseluruhan artikel
❌ Menghasilkan data, analisis, atau temuan penelitian
❌ Membuat referensi yang tidak valid
❌ Menulis tinjauan pustaka secara otomatis
❌ Membuat pembahasan atau kesimpulan tanpa validasi ilmiah

Pernyataan Penggunaan AI

Jika AI digunakan, penulis wajib mencantumkan pernyataan pada bagian Acknowledgment.

Contoh penulisan:

"Penulis menggunakan alat berbasis AI hanya untuk perbaikan tata bahasa dan penyuntingan bahasa. Seluruh isi ilmiah, analisis, dan kesimpulan merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya."

Tidak mencantumkan penggunaan AI apabila digunakan untuk menghasilkan konten substantif akan dianggap sebagai pelanggaran etika akademik.


Dengan kebijakan ini, jurnal memastikan bahwa karya ilmiah yang dipublikasikan:
✔ Orisinal
✔ Valid secara akademik
✔ Bebas manipulasi konten
✔ Transparan secara etika

dan menjaga reputasi akademik penulis sekaligus kredibilitas jurnal.